jump to navigation

Teh Ninih Restui A`a Gym Poligami Minggu, 3 Desember 2006

Posted by novaku in Islamic.
trackback

Aagym dan Teh Ninih

Da’i kondang pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa Aa Gym, mendapat restu dari istrinya Hj Ninih Muthmainnah untuk menikah lagi alias berpoligami. Teh Ninih — begitu ia biasa disapa — rela jika hal itu tujuannya untuk membahagiakan Aa.

Pernyataan siap dimadu itu dilontarkan Teh Ninih saat ditanya sejumlah wartawan dan infotainment yang berkunjung ke kediaman Aa Gym di Gegerkalong Girang, Bandung, Minggu (23/10).

Kalau soal poligami, jika itu bisa membahagiakan Aa, Teteh ikut saja. Walaupun hal itu sangat berat buat seorang wanita, tapi Teteh mengharap mendapat surga. Salah satu syarat masuk surga adalah berbakti kepada suami,” ucap Teh Ninih. Aa Gym yang ada di sampingnya senyum-senyum mendengar penuturan perempuan yang dinikahinya 18 tahun lalu itu.

Ibu tujuh anak itu percaya bahwa saat ini Aa belum akan berpoligami. “Teteh yakin Aa sangat cinta kepada Teteh dan keluarga. Saat ini mungkin tidak (berpoligami) karena belum mendesak dan darurat,” ucap Teh Ninih.

Sebagai da’i kondang, Aa Gym punya kharisma sendiri. Penggemarnya bukan saja dari kalangan pria tapi juga kaum hawa. Malah mungkin penggemarnya lebih banyak dari kaum perempuan. Bayangkan, menurut Aa Gym, dalam sebulan jumlah tamu yang berkunjung ke Daarut Tauhiid tak kurang dari 37.000 jemaah.

Apakah Teh Ninih cemburu melihat Aa punya banyak penggemar perempuan? “Jelas cemburu karena Teteh cinta kepada Aa. Cemburu itu kan bukti bahwa seseorang cinta kepada orang lain. Tapi meski begitu Teteh nggak mau tersiksa dengan kecemburuan itu. Masih banyak hal lain yang harus dikerjakan dan disyukuri,” kata perempuan yang juga biasa disapa Ummu Ghaida Muthmainnah tersebut.

Lalu apakah selama ini Teteh dan Aa tak pernah bertengkar? “Alhamdulillah kami belum pernah bertengkar, ya mungkin jangan sampai. Paling yang terjadi beda pendapat saja. Itu pun harus segera diselesaikan secepatnya. Paling tidak enak kalau beda pendapat belum selesai tapi Aa sudah keburu pergi ke daerah untuk ceramah. Paling saya SMS dia, minta maaf untuk segera menyelesaikan masalah itu,” ungkap Teh Ninih.

Meski tidak terlontar secara gamblang, Aa menunjukkan bahwa ia amat mencintai istri dan keluarganya. Setiap sore, kata Aa, ia menyempatkan diri keliling kota dengan sepeda sambil memboncengkan istrinya. Kini, dalam beberapa kesempatan Aa juga melibatkan istrinya saat ceramah. Seperti dalam acara live ‘Kumandang Cinta’ yang disiarkan RCTI, Minggu (23/10), dari Ponpes Daarut Tauhiid Bandung.

Dalam sebuah ceramahnya Aa Gym mengungkapkan, “Berpoligami dalam Alquran dikaitkan dengan pemeliharaan anak yatim. Sebabnya, pada masa Rasulullah SAW, banyak lelaki yang meninggal dalam pertempuran. Mereka meninggalkan anak-anak kecil (yatim) yang membutuhkan bantuan. Agar tidak mengundang fitnah, maka diperbolehkanlah menikah dengan janda yang memiliki anak tersebut. Jadi niatnya menolong, bukan karena semata-mata hawa nafsu.”

Dampingi Aa Jualan Koran

SELAMA 18 tahun Ninih Muthmainnah mendampingi Aa Gym. Suka duka dilewati bersama, mulai dari jualan koran, bakso, sampai kini punya beberapa perusahaan beromzet miliaran rupiah per bulan.

Aa Gym lahir di Bandung pada tanggal 29 Januari 1962 dari pasangan Letkol H Engkos Kuswara dan Ny Hj Yeti Rohayati, sebuah keluarga yang dikenal religius dan disiplin.

Dari pernikahannya dengan Ninih Muthmainnah Muhsin, cucu KH Mohamad Tasdiqin (Pengasuh Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan), Aa Gym dikaruniai tujuh anak, yakni Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, Ghaza Muhammad Al-Ghazali, dan Gheriya Rahima.

Aa Gym bertemu Ninih pertama kali pada tahun 1986 di Masjid At Taqwa di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD). Saat itu, tepatnya tanggal 17 Ramadhan, Ninih bertindak sebagai qariah (pembaca Alquran). Aa mengaku tergetar hatinya mendengar Ninih mengaji.

Pada waktu itu, Aa menjadi Panitia Peringatan Nuzulul Quran di masjid tersebut. Ketika mengantar Ninih pulang, Aa dengan berani menanyakan apakah Ninih sudah punya calon. “Waktu itu Aa cukup berani bertanya seperti itu, padahal banyak angota panitia lain di mobil itu,” kata Teh Ninih.

Yang ditanya saat itu diam saja. Akhirnya setelah melakukan pendekatan selama berbulan-bulan, Aa Gym memberanikan diri melamar Teh Ninih. Yang dilamar pun menerima karena melihat Aa Gym saat itu sedang getol mendalami ilmu agama. Selain itu, ia kenal Aa sebagai seorang pekerja keras. Meski saat itu Aa tidak mempunyai pekerjaan tetap, namun ia tak pernah putus asa untuk berusaha.

Saya kenal Aa mulai dari jualan koran, jualan kalender, jualan bakso, sampai punya banyak usaha seperti sekarang ini. Oleh karena itu jangan melihat orang dari harta, tapi lihat dari semangat kerja dan belajarnya,” ungkap Teh Ninih.

Lalu, apakah sosok Aa benar-benar sempurna sebagai manusia? “Tentu tidak. Aa juga punya kekurangan, tapi saya terima segala kekurangannya. Kalau tidak punya kekurangan, dia nanti malah lupa diri, menganggap dirinya nabi. Itu amat dilarang. Dan saya tidak mau membuka apa kekurangan Aa. Itu akan jauh lebih baik dari kekurangan itu sendiri,” ucap Teh Ninih.

Sumber : http://www.kompas.com/gayahidup/news/0510/25/175815.htm

Komentar»

1. no nm - Jumat, 8 Desember 2006

saya tau klo polygami di perbolehkan,,
tapi untuk mendapat ilmu aADIL itu gak gampang,, saya kira manusia tidak ada yang bisa coz yang maha ADIL hanya ALLAH SWT..
saya sallut sama teh nini mg dia diberikan Kesabaran.. aMIENN
Buat Aa, apalagi yang di cari si, ketika sudah mendapat keluarga yang baik2, istri yang soleh, anak2 yang pintar, bukankah itu sudah kenikmatan yang Lebih dari Allah Swt..
masih bnyak ibadah yang masih bisa di lakukan,,
tidak harus POLYGAMI??
klopun polygami kenapa tidak mencari janda yang usianya jauh di atas teh nini???
n klo sekarang mantan model lagi??
seperti komentar teh nini di majalah bahwa ” sebernya saya berat aa menikah lagi”
yang saya baca dalem kalimat ini teh nini masih belum sepenuhnya Ikhlas..
teh nini mg bisa mendapatkan ilmu ikhlas..

jika Allah Swt mau mengubah Derajat seseorang ddengan gampang Dia bisa mengubah semuanya itu,, Dengan ” apa yang kita senangi “

2. esty - Jumat, 8 Desember 2006

saya tau klo polygami di perbolehkan,,
tapi untuk mendapat ilmu aADIL itu gak gampang,, saya kira manusia tidak ada yang bisa coz yang maha ADIL hanya ALLAH SWT..
saya sallut sama teh nini mg dia diberikan Kesabaran.. aMIENN
Buat Aa, apalagi yang di cari si, ketika sudah mendapat keluarga yang baik2, istri yang soleh, anak2 yang pintar, bukankah itu sudah kenikmatan yang Lebih dari Allah Swt..
masih bnyak ibadah yang masih bisa di lakukan,,
tidak harus POLYGAMI??
klopun polygami kenapa tidak mencari janda yang usianya jauh di atas teh nini???
n klo sekarang mantan model lagi??
seperti komentar teh nini di majalah bahwa ” sebernya saya berat aa menikah lagi”
yang saya baca dalem kalimat ini teh nini masih belum sepenuhnya Ikhlas..
teh nini mg bisa mendapatkan ilmu ikhlas..

jika Allah Swt mau mengubah Derajat seseorang ddengan gampang Dia bisa mengubah semuanya itu,, Dengan cobaan ” apa yang kita senangi “

3. dani hamdani - Jumat, 8 Desember 2006

saya sebagai lelaki faham betul akan hati seorang wanita. ngapain harus cari janda yg lebih tua dari lelaki, wong sy prnh denger klo nyari calon istri itu yg gadis kata Rosulluloh.
begini teman, perbandingan pria dan wanita yg ada di dunia sekarang hampir mendekati 1:5. kasihan kan kalou 4 wanita dari 5 tidak menikah. siapa yg mau nikahin tuh 4 wanita itu……kanggaete yoo.

4. dani hamdani - Jumat, 8 Desember 2006

saya sebagai lelaki faham betul akan hati seorang wanita. ngapain harus cari janda yg lebih tua dari lelaki, wong sy prnh denger klo nyari calon istri itu yg gadis kata Rosulluloh.
begini teman, perbandingan pria dan wanita yg ada di dunia sekarang hampir mendekati 1:5. kasihan kan kalou 4 wanita dari 5 tidak menikah. siapa yg mau nikahin tuh 4 wanita itu…..Ciee gubrag .kanggaete yoo.

5. esty.. - Senin, 11 Desember 2006

buat dani,, bagi laki2 yang ingin menikah untuk pertama kali nya ,, Rosul menyarankan agar mencari yangmasih gadis, Tapi bagi yang sudah menikah dan ingin melakukan POLYGAMI. sebaiknya cari yang umurnya jauh dari istri yg sekarang, n yang pasti yang bisa mengangkat Derajat keluarga si calon isitri ke 2 itu..

memang perbedaan laki2 dan perempuan itu 1 : 5
yang tau Jodoh Kita kan Cm Allah SWT,, klo jodoh nya gak di bumi, mungkin nanti di akhirat mendapat jodoh,, yang pasto Allah SWT menciptakan manusia itu berpasang2an… GT,,,,,,,,,,,

6. ucok - Senin, 11 Desember 2006

Gini loh pembaca semua kalo menurut saya sudahlah itu mungkin sisi NEGATIF dari sosok yang kita kagumi (Aagym), nah jangan mempermasalahkan lebih panjang lagi sudahlah ambil sisi POSITIF dari beliau, toh menurutku timbangan sisi POSITIF lebih berat daripada sisi NEGATIF beliau, jadi selama ini dakwah yang dilakukan oleh Aagym itu gagal dong karena kalian lebih mencintai sosok daripada dakwahnya…….

7. hafidz - Rabu, 13 Desember 2006

Wacana tentang poligami saat ini masih juga menghangat. Mengenai hal ini saya sangat kecewa dengan pernyataan Ibu Luthfiah Sungkar yang ditayangkan secara berulang oleh salah satu saluran TV swasta baru-baru ini. Pernyataan beliau cenderung ikut menyudutkan Aa Gym daripada memberikan pemahaman yang benar terhadap umat.
Menurut beliau kalau memang Aa Gym ingin mengikuti sunah rosul, coba menikahlah dengan janda-janda tua yang hitam, gemuk dan banyak anak seperti Umu Saudah bukan dengan janda muda yang cantik. Ini diungkapkan oleh beliau dengan ekspresi yang cenderung emosional.
Dalam berbagai kesempatan Aa Gym tidak pernah mengatakan bahwa poligaminya dalam rangka mengamalkan sunah rosul melainkan hanya mengatakan bahwa beliau mengamalkan sesuatu yang dibolehkan (dengan syarat tertentu) dalam agama yang diyakini. Sesuatu yang sifatnya dibolehkan tentu tidak mesti sama dengan contohnya. Bahkan andaikan Aa Gym mengatakan bahwa berpoligami dalam rangka sunah rosul, apakah sunah rosul harus diartikan dengan begitu tekstual? Rosul menikahi janda tua yang hitam, gemuk dan banyak anak, kita juga harus cari yang seperti itu. Rosul menikahi Aisyah yang masih umur 6 tahun, kita juga cari anak umur 6 tahun untuk kita nikahi. Apakah pemahaman mengenai sunah rosul harus se-‘saklek’ itu? Apakah menikahi janda muda selalu diartikan mengikuti hawa nafsu, dan apakah pula menikahi janda-janda tua selalu bebas dari hawa nafsu? Mengapa kita tidak ber-husnudhon saja kepada sesama muslim. Mungkin itu pilihan dari hasil istikhorohnya. Sasaran apakah yang hendak dicapai oleh Ibu Luthfiah dengan pernyataan seperti itu.
Tentu kita masih ingat, hanya selang 2 atau 3 hari sejak Aa Gym mengumumkan poligaminya, presiden SBY langsung berinisiatif untuk merevisi UU Perkawinan. Ini jelas lobi dari aktivis gender sekuler yang memanfaatkan momentum ini. Ada sebuah konspirasi dibalik wacana yang dikedepankan oleh pemerintah, mengenai revisi PP No.45 tahun 1990 dan UU No. 1 tahun 1974, karena hal yang sama belum lama ini pernah dikemukan oleh sekelompok aktivis gender yang menginginkan agar dibuatnya UU PKDRT (Pelanggaran Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Kelompok ini sekarang berupaya memberikan citra yang seburuk-buruknya terhadap poligami dan para pelaku poligami, sesuatu yang telah Allah nyatakan kebolehannya. Dijadikannya Aa Gym sebagai icon-nya, makin terpojok makin buruklah citra poligami. Pada saat yang sama tidak terdengar suara mereka terhadap permesuman yang difasilitasi dengan lokalisasi prostitusi.
Ketika mereka berkampanye menolak RUU APP, hampir seluruh umat Islam seiya-sekata berhadapan dengan mereka. Tapi kini, berapa banyak ibu-ibu yang sebelumnya aktif mengikuti pengajian telah masuk lingkaran mereka tanpa mereka sadari. Mereka balik menjadikan Aa Gym sebagai bahan cemoohan dan caci maki. Sebuah respon yang sangat diinginkan kelompok aktivis gender sekuler itu. Penyadaran oleh para dai-daiyah seperti Ibu Luthfiah tentu amat dibutuhkan, bukannya ikut menyudutkan sambil seolah berempati kepada istrinya. Kita tentu menyadari, Aa Gym hanyalah manusia biasa. Bukan Aa Gym-nya yang harus dibela tetapi kita tidak ridho kalau ketetapan Allah dalam Al Quran menjadi bahan cemoohan. Bagaimanapun juga umat membutuhkan figur. Dan andaikan figur seperti Aa Gym sampai jatuh, 4 atau 5 tahun ke depan belum tentu muncul penggantinya. Wallahu a’lam. Mohon maaf kepada Ibu Luthfiah Sungkar, semoga Allah menyayangi dan memuliakan beliau.

8. novaku - Rabu, 13 Desember 2006

@ hafidz

Iya terimakasih Hafidz saya juga sependapat dengan Anda bahwa janganlah terlalu menyudutkan seseorang yang kita anggap ’salah’ tetapi kita juga tidak terlalu mengerti apa ‘kesalahannya’ itu cobalah cari informasi yang BAL (Benar Akurat Lengkap) karena sekarang itu kaum ibu banyak yang membenci Aagym dan yang saya dengar dari Radio MQFM yang siar di Bandung dan di-relay ke banyak kota di Indonesia itu Aagym sampai menerima 3000 SMS yang intinya banyak yang menghujat dan membenci beliau, tetapi malah Teh Ninih sendiri yang membantu untuk menenangkan hati Aagym karena Teh Ninih sendiri pernah mengatakan ingin bercita-cita seperti Siti Khodijah dan menjadi ‘istri penyejuk hati’ bagi Aagym karena hujatan yang beliau terima pada saat ini tidaklah sehebat yang diterima oleh Rosulullah SAW pada jamannya.
Saya juga lihat dari forum-forum, milis dan chatting yang pernah saya ikuti itu 100% kebanyakan bertanya masalah pendapat POLIGAMI yang dilakukan oleh Aagym, menurut saya cobalah sekarang kita introspersi diri sendiri dulu lah jangan dulu kepada orang lain yang kita juga belum begitu faham akan ‘kesalahannya’ yang telah dilakukan, ambil hikmah dari kejadian tersebut dan jangan terlalu mengandalkan emosi dalam mengucap dan mengambil keputusan karena parahnya nanti bisa berakibat FITNAH

9. AMI - Kamis, 14 Desember 2006

emmm..
saya sih setuju aja sama komentar nova n hafidz,,
wahhh pada dukung POLYGAMY yah,,hehe
klo saya liat sifatnya Aa klo ke klinik mah saya gak Heran Gt klo Aa Poligami,,
Coz. …… (secret.. bisa gawat nanti klo pada tau..)

Buat aa moga bisa berbuat ADIL YAH..

10. alfredo - Selasa, 6 Maret 2007

Teh… sabar aja yach, itu kan semua adalah salah satu cobaan dari allah Swt. Katanya sih setelah coaan itu nanti akan datang kemudahan. Keep berjuang yach! Allah akan sesalu mambantu…

11. khabib - Kamis, 19 April 2007

saya tahu klo poligami di perbolehkan,tapi bagi seorang figur kan menjadi panutan bagi orang2 awam.yang penting kita…….,Ambil yang baik2 aje yeeee dari mereka;ha………………

12. ida - Senin, 23 April 2007

kan setelah gembar-gembornya poligami A’a gym tamu2nya tidak sebanyak dulu. gimana ya cara agar tamu2 itu bisa kembali berkunjung yang banyaknya kaya dulu lg, shg usaha2 di sekitar rumah A’a gym bisa ramai lag (intinya kepercaan masyarakat luas kembali pada A’a Gym)

13. islam feminis - Kamis, 24 Mei 2007

“Banyak jalan menuju Roma” …”banyak jalan menuju sorga” leureus teu?

14. zakiah - Rabu, 13 Juni 2007

selama ini aa’ gym itu sudah membentuk dirinya dimata masyarakat sebagai icon, bukannya masyarakat menilai dia hanya dengan sebelah mata, makanya kalau ceramah itu yang proporsional jangan seolah-olah menggambarkan dirinya seperti itu. mungkin aa’ ingin membuat ceramah yang sedikit berbeda tapi bukankah ceramahnya kurang proporsional dan menurut saya ceramahnya hanya membuat kaum menjadi lemah dan cengeng, seolah-olah manusia itu adalah malikat. karna yang diajarkan aa’ itu sudah sangat keinggian itu kelasnya sudah sufi.
aa’ kalau mau nikah lagi conatoh dong Rosulluloh dengan janda yang miskin dan lebih tua dari istrinya, bukan dengan janda kaya.
‘- pointnya kalau memang aa’ merasa tidak takut dengan image masyarakat kenapa harus klarifikasi kalu memang aa’ benar. coba lihat oma irama tidak peduli orang mau bilang apa terhadap dia tapi dia tidak pernah klarifikasi apa-apa.
jadi saya berpendapat maaf yah….kayaknya aa’ takut ditinggal dunia. allohua’lam bisawab. wassalam

15. zakiah - Rabu, 13 Juni 2007

teh niniek sabar aja dengan aa’ mungkin suatu saat dia akan sadar dengan kekhilafan dan kekeliruannya. mungkin saat ini Alloh sedang memberi pelajaran padanya karena dia penah mengatakan kepada publik bahwa aa’ anti poligami. makanya Alloh membuktikan omongannya….bisa dipercaya atau tidak.

sebagai wanita saya turut merasakan yang dirasakan teh niniek, sabar dan berdoa

16. Ordinary woman - Minggu, 17 Juni 2007

Pliss deg!!Kenapa mesti ama janda mantan model?!! Masis banyak janda tua renta yg lebih membutuhkan pertolongan!!!DAN JANGAN PAKE ALASAN STATISTIK KLO PEREMPUAN 5X atau 3X lebih banyak!!! Dasar manusia udik!!!! Jumlah cowoktu sekarang udah lebih banyak dibanding cewe tau!!! Bukannya kasian ama cowo-cowo yg gak kebagian cewe yah dan akhirnya cowo-cowo itu sendiri yang rugi??!!!

DASAR ULAMA TUKANG KAWINNN!!!!

17. Mifta - Kamis, 26 Juli 2007

Kalo saya baca dari berbagai komentar tentang POLIGAMI ini…, kok kayaknya banyak yang tidak setuju dengan POLIGAMI ya…, Cobalah semua berpikir dengan kepala dingin gak usah pake’ emosi…, Allah memperbolehkan seorang Laki-laki untuk menikahi wanita 1,2,3 atau 4 jika kita bisa berlaku Adil dan satu saja jika tidak bisa berlaku Adil, tetapi yang jadi masalah…, Apakah manusia memiliki kriteria yang tepat bagaimana bersikap adil itu, yang bisa menilai hanya Allah SWT, Siapa yang tau apa niat dari orang yang melakukan POLIGAMI, Siapa tau jika niatnya mulia…, dan Siapa tau Jika dengan POLIGAMI ini si Istri akan hadiahi Surganya Allah SWT, Kalo Niatnya hanya Untuk mengikuti hawa Nafsu saya rasa tidak perlu menikah juga bisa kan…?, saya yakin ada Niat lain dari seorang suami yang melakukan POLIGAMI lebih dari sekedar menuruti Hawa Nafsu, Saya rasa gak usahlah kita memaki-maki karena dengan memaki itu sudah jelas menunjukkan KEBURUKAN KITA, yang jelas-jelas dilarang oleh Allah Swt dan mungkin lebih buruk dari seorang yang BERPOLIGAMI itu sendiri, dan POLIGAMI adalah hal yang diHalalkan Allah Swt yang tentunya ada hal-hal positif yang tidak diketahui manusia karena keterbatasan manusia itu sendiri. HANYA ALLAH YANG BERHAK MENILAI SEMUANYA….

18. Sri - Kamis, 16 Agustus 2007

sebelumnya saya minta maaf karena telah lancang mengomentari maslah rumah tangga AA dan teh ninih, terus terang sebagai wanita saya kagum atas ketegaran teh ninih untuk dimadu oleh AA namun sebagai wanita juga saya merasa marah kenapa AA seperti itu?kok rasanya AA ngak inget dengan pengorbanan teh ninih yang sudah memberikan anak sebanyak 7 orang pahit getir, susah senag dirakan berdua selama bertahun lamanya, tapi AA dengan gampang perpaling ke wanita lain. kalau AA memang niatnya menolong seperti halnya Nabi menolong janda-janda perang, kenapa mesti mantan model yang lebih muda dan cantik? saya sendiri akan mengajungi jempol jika AA berani mengangkat harkat dan martabat seorang wanita janda yang berjuang dijalan Allah dan solehah yang terluntang lantung dijalanan atau katakanlah miskin baru itu namanya menikah ala Rosul sakit A rasanya bila cinta diduakan dan saya ingatkan sama AA bahwa adil itu tidaklah mudah hanya Allah dan Rosul yang dapat melaksanakannya kita hanya manusia biasa, ingat kan A mungkin AA lebih mengetahui bahwa menikah bukan main-main tapi ada pertanggungjawabannya diakhirat kelak dan ingat pepetah lam bahwa hati -hati dengan 3 TA yaitu HARTA, TAHTA dan WANITA untuk teh ninih sabar , tawakal serahkan segala urusan hanya pada Allah untuk madunya AA selamat atas pernikahannya dan jangan sakiti teh ninih untuk kedua kalinya sayangi anak-anaknya sebagaimana anda mengasihani anak-anak anda sendiri untuk AA intropeksi dan untuk saya mungkin jangan telalu mengaumi seseorang mudah-mudahan kita semua mendapat sapaatNya amin

19. nova - Jumat, 4 April 2008

mungkin telat koment saya kali ini. tapi lebih baik iya dari pada tidak sama sekali.
Saya adalah salah satu istri di dunia ini yang telah merasakan phit manisnya ketika seorang suami ber poligami. Lebih beruntung teteh…’Aa masih ngomongin dulu baru berbuat. Saya malah mengetahui suami saya telah menikah setelah semuanya terjadi. Bahkan saat itu sya sedang mengandung sembilan bulan. 3 Bulan suami saya menyembunyikan aib ini. namun, selama manusia masih menghanturkan zikir dalam setiap nafasnya, maka semuanya kana terbongkar meskipun disembunyikan sedemikian rupa.
Perasaan saya kalut saat itu, berkali-kali saya menyalahkan diri sendiri. Setiap saat saya bertanya-tanya akan kesalahan saya. Namun ternyata Allah masih menyayangi saya, bahwa semuanya ini digantikan nikmat yang lebih baik oleh-NYA. Saya menjadi sosok yang lebih bersyukur, meskipun semuanya saya tempuh dengan tertatih-tatih.
saudariku di manapun kakimu berpijak…..saya hanya salah satu wanita yang dipilih oleh Allah untuk diuji kesabarannya. saya hanya salah satu wanita yang pernah diuji kecinttannya terhadap suami. Kepada seluruh saudari ku, saya ingin berbagi rasa sakit ini yang perlahan-lahan saya ubah menjadi rasa bahagia. Rasa kedamaian ketika saya sadari, Allah sangat menyayangi saya, sehingga masih diperingati, bahwa sesungguhnya kecintaan yang abadi hanyalah pada sang Khalik. semuanya akan kembali kepada zat yang hakiki.

20. saiful - Jumat, 11 April 2008

sabar aja aa karena dunia tempat cobaan, lagi pula kebenaran bisa ditafsir menjadi kesalahan atau sebaliknya, kata tv swasta keluarga aa lagi goyah, tapi saya doakan tetap keluarga sakinah dan diridhai allah selamat berjuang aa

21. Annisa Rahmatulloh - Senin, 12 Mei 2008

NOVA..
in postingan yg kedua, sy dah nulis banyak tadi cm hilang krn ndak bisa submit
ini nyoba dulu aja

22. Annisa Rahmatulloh - Senin, 12 Mei 2008

Nova
Sy jg salah satu wanita yg dipilih oleh Alloh unt diuji kesabarannya.
Suami sy mengtakan kl tertarik dg wanita teman kerja sy yg jauh lebih muda&cantik
Semula saya marah, sakit & menentangnya
Setelah apa yg sy lalukan selama hampir 5 th, telah sy berikan smuanya, sama2 berjuang dari bawah, skrang alhamdulillah sdh mapan mau menikah lagi
Apalagi perlakuan suami sy selama hampir 5 th ini saya rasakan ndak adil ke sy, ( tanpa bermaksud merendahkan beliau, suami saya termasuk orang yg krg sabar & suka mencari enaknya sendiri ), satu istri aja diperlakukan tidak adil apalagi kalau lebih dr 1
Hati wanita mana yg ndak sakittttttttt kl mau dimadu
bersambung…

23. Annisa Rahmatulloh - Senin, 12 Mei 2008

Nova.., jadi curhat nih.. moga2 aja ada hikmah yg bisa diambil
Skrg sy berubah keputusan, sy ikhaskan suami sy kl mau nikah lagi cm ada syaratnya
Dia harus pergi jauh dari kehidupan saya dg istri barunya, biarkan sy bertahan dg kebahagiaan sy bersama anak2
Sewaktu2 dia bisa pulang menengok sy & anak2
Saya blm bisa menerima efek sosial dari di madu, apalagi realistis dr segi fisik saya ini mmg tdk menarik ( tanpa lupa bersyukur atas sgl nikmat & kesehatan yg telah Alloh karuniakan kpd sy ), sy orangnya Gemuk, & Tidak Menarik, tentu nanti tetangga saya, teman2 kantor sy, orang2 di pasar tempat sy tiap hari belanja akan mencibir saya ” Lha wong kayak gitu, makanya di madu ”
Saya belum tahan dg tekanan itu, meski sy yakin Alloh pasti akan membantu saya.
Saya takut kl terjadi sesuatu sm sy krn tekanan psikologis, maka sy ndak bisa mendidik anak2 sy dg baik.
Itulah sebabnya knapa saya ikhlaskan suami sy kl mau mikah lg cm ada syaratnya.
Berat syaratnya kt suami saya, cm sy bilang ” Saya jg berat memberikan ijin itu, kl tdk ingat janji Alloh tentu ndak sy ijinkan, mk syarat yg harus dipenuhi jg berat ”
Saat ini sy ndak tau tindakan saya ini benar atau salah, cm saya tetep berusaha unt mjd lebih ikhlas…
Moga2 Alloh senantiasa melimpahkan barokah kpd kita.
Moga2 Alloh memberikan kesabaran kpd kita atas rahasia2Nya yg terjadi di dunia ini.

24. Annisa Rahmatulloh - Senin, 12 Mei 2008

Nova..
saat ini suami sy tlh berubah jd orang yg sabar, pengertian & sayang kpd keluarga.
Dia berjanji kl menikah lagi, mk istri keduanya harus menghormati saya.
Kl tdk menghormati, maka dia akan menceraikannya.
Tp sy masih ragu, apa stlah dia mempunyai apa yg selama ini diimpikannya, istri yg cantik & menarik, maka dia masih mau memperdulikan kepentingan saya, sy blm yakin ….
mohon berikan masukan agar sy bisa yakin.
Sampai saat ini yang blm saya sampaikan ke suami sy adalah, kl dia menikah lagi maka 100% kebutuhan hidup saya & anak2 saya harus dia yg cukupi, krn saat ini sy masih harus kerja untuk membantu mencukupi kebtuhan keluarga, Bukannya saya itung2 atas rejeki yg diberikan Alloh kpd keluarga lewat saya, cm sy perlu jaminan untuk masa depan anak2 saya, kl cm mengandalkan gaji saya skrang, scr logika sy tdk bisa memberikan pendidikan yg baik untuk bekal anak2 sy hidup kelak.
Smoga Alloh memberikan ampunan atas smua yg telah sy lakukan, Sy cm butuh smangat, nasihat, masukan atas masalah yg skrang sy alami.
Terimakasih atas perhatian & doanya

25. tirta72@yahoo.co.id - Rabu, 8 April 2009

assalamualaikum
teteh yang saya kgumi sebenarnya apa tip jadi sesabar itu? saya pengin belajar seperti teteh, tapi susah sekali …teteh…. saya awam tapi saya pengin lebih baik. mohon balasan dari teteh ke email saya ya teteh.. makasih. moga rahmat Alloh selalu menyelimuti teteh dan Keluarga.
wasssalam

26. nia - Jumat, 10 April 2009

semua yang terjadi di muka bumi ini tidak ada yang kebetulan!!!!
klo aa gim mw menikah lagi, pasti sdh di pikirkan karena beliau tw konsekuensi di balik Islam mengizinkan laki2 berpoligami. dan ini merupakan cobaan yang berat karena harus adil dan tidak menzdolimi salah satu pihak, jika salah sati merasa dizdolimi maka….[neraka] u/ yang berbuat zdolim.
lalu untuk teh nini, inilah cerminan betapa sulitnya jalan menuju jannah, dan ini membuktikan bahwa hati nya Teh nini ini sudah diberikan sepenuhnya untuk Alloh swt [mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh].
jangan pernah membenci,menghujat orang. cobalah berkaca pada diri kita sendiri, mampukah kita diberi ujian yang berat dari Alloh.
tiap orang itu berbeda tingkat keimanannya, semakin di sayang Alloh maka cobaannya pun semakin tinggi tingkatannya.

27. ulis - Senin, 13 April 2009

itulah yang saya takutkan dari suami saya yang saat ini sedang rajin mengaji, takutnya ujung-ujungnya minta kawin lagi. Tapi kalau ngikut sejarah rasul sih nunggu istri pertamanya meninggal dulu. Mudah-mudahan begitu yang terjadi padaku ha ha ha

28. uuls - Senin, 13 April 2009

Saya yakin kalau ada ulama atau orang besar yang berpoligami dengan wanita yang lebih tua dari istri pertama, tidak menarik, miskin, punya anak banyak, maka istri pertama tidak akan merasa terlalu tersiksa, tetapi bisa melihat bahwa suaminya seorang suami yang luar biasa sholeh.Orang pun akan melihat poligami sebagai sesuatu yang mulia dan kenapa Islam membolehkan hal itu juga karena suatu kemuliaan.
Nah belum lagi kalau poligami dilakukan setelah istri pertama meninggal seperti nabi Muhammad lakukan. Saya yakin bahwa nabi adalah seorang yang luarbiasa lembut hatinya dan tidak akan tega menyakiti istrinya.
Nah, para lelaki, berani tidak berpoligami seperti nabi kita yang mulia?

29. fitrisyamsuddin - Rabu, 20 Mei 2009

ujian terberat bagi seorang wanita adalah poligami,tapi pahala yang terbesar adalah siap & ikhlas untuk dipoligami tapi bisa dihitung jari wanita mau dipoligami,kembali kepada anda wahai wanita siapkah kita dipoligami????

30. Dessizza - Jumat, 22 Mei 2009

Takdir A’a Gym beristri lebih dari satu…itu sudah selesai ditetapkan sang khalik sejak 4 bulan A’a Gym berada di alam rahim ibunya….sebenarnya kita mencaci maki siapa…? A’a Gym kah? atau sang pembuat takdirnya…??? Balas

31. eliyanoor - Sabtu, 4 Juli 2009

Kalau setiap pria boleh menikahi janda beranak minimal 3, akan banyak anak yatim yang dididik dengan baik oleh kasih sayang sebuah keluarga yang lengkap, tidak perlu ibunya kerja keras atau bahkan anaknya menjadi anak jalanan.., mengenai janda yang dinikahi muda cantik, atau tua gemuk itu masalah selera.., tapi kalo yang dinikahi gadis itu mah doyan..
Yang jelas pelaku poligami tidak melanggat aturan Tuhan
dan Istri yang mau di madu.., salut buat anda.., tidak banyak yang bisa seperti anda..Terus berbakti kepada suami anda.., dan lihatlah hasilnya..